hujan salju

Senin, 25 Juni 2012

..tetanggaku oh tetanggaku..]'.

Pertama jumpa di depan rumahku..
Ku jabat lembut tanggan mu..
Balutan indah jilbab hiasi kepalamu..
Kau laksana hujan deras yang seketika membasahkan ku..

ingin ku miliki lup dengan daya zoom 1000 kali lipat..
Agar dapat ku lihat dengan jelas manisnya senyum mu kala itu..

andai aku fotographer..
Kan ku abadikan memori indah ku hari itu..

ketika kau berpaling dan beranjak pergi..
Ku rebahkan tubuhku yang semakin berat hingga kaki ku tak mampu menompangnya..

pikiran ku pun berpacu sejuta km/detik..
Hingga sampai ku berfikir memilikimu..

saat malam ku terperangah..
Ketika ku lihat dirimu di balik celah pembatas rumah kita..

hati semakin tak menentu..
Kau tatap aku dalam..
Ku lihat harapan pungguk memeluk bulan..

jiwa seakan dapat asupan energi setiap hari..
Seperti HandPhone yang di cas dari charger mu..

hari terus mengantarkan ku kesebelah rumahku..

hingga ku benar2 yakin tuk katakan apa..

aku sadar bahwa ku cinta..

tetangga baruku..
I LOVE U..

waktu seakan berhenti sejenak..
Semua tertegun..
Karena ku tak dapatkan jawaban..

kau pun mulai berubah..

acuhkan rasa ini..

aku hanya mampu memainkan nada2 sedu gitarku..
Dari raga yang mulai rapuh..

kau mungkin mulai jenuh..
Hingga kau pergi dari celah kaca tempatku dapat melihat indah mu..

malam kian larut..
Hati semakin tak karuan..

ku pun tak pernah tau jawaban dari semua..

ketidakpastian terus menghantui..
Menarik ku kedalam dasar imajinasi..

sampai saat dering ringtone memanggilku kembali..
Ku terkejut gembira tak menentu..
Ku lihat dan kubaca berkali2 jawaban singkat mu..
Yang terlalu singkat untuk saling mengenal..

namun kita kan jalani jl.gn ciremai dengan bersama2..

aku pun tak tau..
Kenapa begitu cepat..
Mungkinkah ku salahkan hatiku yang mencoba jujur..

pungguk..
Tenanglah..
Karena bulan pun merindukan mu..

dia akan menghampirimu..
Dia juga dapat melihat mu yang setia menanti di dahan yang mati di setiap purnama..

tanpa ku sadari hati memaksaku untuk menjaga hati yang tlah menjadi bagian sepihan2 pembentuk hatiku..

"ku kan setia menjagamu bersama dirimu..
Sampai nanti akan slalu bersama dirimu.."
begitu nyanyian rindu ku untuk mu..

saat kau kembali..
Aku gugup untuk memulai kata..
Apa yang harus ku ucapkan..
Semutpun seakan jemu dengan keheningan..
Beramai2 mereka meninggalkan ku bersamanya di teras redup rumahnya..

tetanggaku..
Kita memasuki pintu berbeda tapi alamat kita satu..

tetanggaku..
Kita satu atap,satu jemuran,satu sumber air..
Tapi tak sering bertemu..

tetanggaku..
Dari kebanyakan kesamaan..
Ternyata kita benar2 sama..
Tanggal lahir yang beda tipis di bulan yang sama..

tetanggaku..
Kita lalui malam yang indah..
Bersama..
Di dinginnya malam..
Hujan yang amat deras..
Mushola..
Aneh..
Tapi ku menikmati setiap detik yang kita lalui dengan penuh makna..

tetanggaku..
Hamparan hijau teh yang di tutupi kabut senja membungkus kita dalam dinginnya hari itu..

tetanggaku..
Kita sering jalani dengan pertengkaran..
Tapi kenapa tak ada kebosanan terhadap pertengkaran yang itu2 saja..

tetanggaku..
Aku tlah pergi meninggakan rumah dahsyat yang tlah mempertemukan kita..
Rumah yang di jaga ketat nenek jompo..
Dan satpam gila tanpa seragam..
Yang begitu perhatian kepada hubungan kita..

tetanggaku..
Ku titipkan kunci hatiku pada mu..
Jangan di tinggal,hilang apa lagi di ambil orang lain..
Karena ku hanya mau kau yang membukanya nanti..

tetanggaku..
Saat ku kembali nanti..
Ku masih ingin lihat kau menantiku disana..

tetanggaku..
Nantikan aku agar ku ingin kembali..

tetanggaku..
Ku ingin kau izinkan kan aku menjadi pemimpin di hatimu dengan periode tanpa batas..

0 komentar:

Poskan Komentar